oleh

Pengunjung dan Pelayan Warkop Antusias Salam Punggawa, Bukti Dukungan ke IYL-Cakka

 Pengunjung dan Pelayan Warkop Antusias Salam Punggawa, Bukti Dukungan ke IYL-Cakka
Pengunjung Warkop Antusias Salam Punggawa Bareng IYL 

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Kandidat Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL) mengawali aktivitasnya dengan berkunjung ke Warkop Azzahra di Jalan Bandang, Rabu 31 Januari 2018 pagi.

IYL yang datang mengenakan kemeja putih berlogo Salam Punggawa sontak mengagetkan sejumlah pengunjung dan para pelayan di warkop tersebut. Apalagi, IYL datang tanpa pengawalan seperti  kandidat lain.

BNNK BONE

Saat masuk ke warkop, sejumlah pengunjung, termasuk warga di sekitar warkop itu langsung menyambutnya penuh kehangatan. Tidak sedikit diantaranya ikut bergabung di meja tempat IYL menikmati secangkir kopi, sembari berbincang lepas.

Selama lebih satu jam di warkop itu, IYL kemudian meminta pamit untuk melanjutkan aktivitasnya. Saat beranjak dari tempat duduknya, pengunjung memanfaatkan momen itu untuk berfoto bersama.

Bahkan, salah seorang loper koran ikut meminta di foto bersama IYL. Begitu juga dengan sejumlah pelayan atau karyawan di warkop itu, antusias berfoto bersama sambil melakukan Salam Punggawa atau salam yang punya makna filosofi, menebar energi positif.

Selain itu, beberapa tokoh masyarakat dan warga yang sedang beraktivitas di sekitar warkop juga mendekat untuk berfoto bersama, sekaligus bersalaman dengan tokoh peduli pengungsi di Indonesia itu versi UNHCR PBB.

Usai ngopi bersama dan menyalami pengunjung, serta berfoto bersama, IYL kemudian naik ke kendaraan pribadinya, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada warga.

“Terima kasih banyak. Salam sama keluargata,” kata IYL saat pamit ke warga yang menyambutnya penuh kehangatan.

Sehari sebelumnya, IYL yang di Pilgub Sulsel maju berpasangan dengan Andi Mudzakkar (Cakka) juga menyempatkan singgah ngopi di Warkop Sami di Boulevard.

Sama di Azahhra, pengunjung juga antusias untuk berfoto bersama. Mereka bergantian mengabadikan momen kedekatan dengan pelopor pertama perda pendidikan gratis di Indonesia tersebut.

Editor     : Jumardi Ramling

Komentar

News Feed