oleh

Survei: NH-Aziz Berpeluang Besar Menang di Pilgub Sulsel 2018

-Politik-1.839 views

BONEPOS.COM, JAKARTA – Lembaga survei Sinergi Data Indonesia (SDI) menyatakan pasangan Nurdin Halid dan Azis Qahhar Mudzakar (NH-Aziz) menjadi kandidat yang berpeluang besar menang di Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) 2018.

Hal tersebut berdasarkan survei yang dilaksanakan SDI di Provinsi Sulsel pada tanggal 14 hingga 20 Februari 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1000 orang dengan margin of eror kurang lebih 3.16 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

BNNK BONE

Hasil survei SDI menyebutkan, elektabilitas Nurdin-Azis mengalami tren kenaikan yang begitu signifikan, yakni 24,80 persen, meski demikian elektabilitas NH-Aziz masih kalah dari pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) yang berada di angka 27,50 persen.

Baca Juga: Begini Aksi NH Saat Tolong Pengendara Motor yang Kecelakaan di Jalan

Sedangkan untuk pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) berada di angka 21,20 persen, kemudian Agus Arifin Nu’mang-Tanri Bali Lamo (Agus-TBL) 8,9 persen dengan suara yang belum memutuskan sebesar 17,60 persen.

“Pasangan yang berpeluang besar menang di Pilgub Sulsel adalah Nurdin-Azis. Elektabilitas mereka mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tiga pasangan lain,” ujar Direktur SDI Barkah Pattimahu saat di kantor SDI, Jakarta, Minggu 11 Februari 2018.

Yang menarik, kata Barkah, elektabilitas IYL-Cakka justru mengalami penurunan dibandingkan hasil survei SDI pada Desember 2017 lalu. Dimana saat itu elektabilitas pasangan Independen tersebut mencapai 30,30 persen, sedangkan NH-Azis yang dalam survei sebelumnya hanya 22,30 persen dan naik 24,80 persen.

“Untuk elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mengalami sedikit kenaikan dari 20 persen pada Desember menjadi 21,20 persen dan elektabilitas pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanri Bali Lamo relatif stabil,” bebernya.

Barkah menyebutkan, elektabilitas IYL-Cakka mengalami penurunan akibat adanya penolakan publik atas politik kekerabatan atau dinasti di Sulsel. Pasalnya, seperti diketahui, Ichsan Yasin Limpo merupakan adik dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

“Berdasarkan hasil survei, lebih dari separuh atau 62,29 persen responden tidak menyetujui adanya politik kekerabatan atau dinasti di Sulsel dan hanya 23,4 persen yang setuju politik dinasti. Hal ini bisa jadi penyebab menurunnya elektabilitas pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar,” sebutnya.

Lebih lanjut, Barkah mengatakan bahwa mayoritas pemilih di Sulsel adalah pemilih rasional, dimana pemilih ini mencapai 50,60 persen, kemudian disusul pemilih sosiologis 26,40 persen, dan pemilih psikologis 19,20 persen.

Dari hasil survei, lanjut Barkah lagi, bahwa pemilih rasional yang memilih Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar sebanyak 45,84 persen dari 27,50 persen pemilih keduanya.

“Pemilih rasional terbanyak ada pada pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman sebanyak 54,59 persen dan Nurdin Halid-Azis Kahar Mudzakar sebanyak 52 persen. Jadi, kedua pasangan ini berpeluang meraih suara pemilih rasional, karena mayoritas swing voters yang ada di Sulsel adalah pemilih rasional,” terang dia.

Lebih jauh, kata Barkah, dari hasil survei tersebut juga menyebutkan bahwa pemilih di Sulsel menginginkan pemimpin dari latar belakang pengusaha dan tokoh agama. Dimana pemilih yang menginginkan pemimpin dari kalangan agama sebesar 29,30 persen dan pengusaha sebesar 18,90 persen.

“Pasangan Nurdin Halid dan Azis Kahar Mudzakar adalah cermin dari dua latar belakang yang diinginkan oleh pemilih Sulsel,” katanya. (*)

Penulis : Andi Indra

Komentar

News Feed