oleh

Bagi Pipink, Mizar Sosok Taktis dan Analitis

BONEPOS.COM, SINJAI – hari ini menjadi hari bahagia buat Mizar Roem. Betapa tidak, di tengah gencar-gencarnya bersosialisasi dalam upaya pemenangan dirinya dengan Takyuddin Masse, moment ultah ini bisa menjadi penambah spirit.

Sejumlah ucapan selamat telah ditulis dan diucapkan kepadanya. Bukan saja dari sejumlah koleganya, ucapan ultah pula menghiasi dinding akun pribadinya.

BNNK BONE

Tak terkecuali Arum Spink, legislator partai NasDem ini turut pula menulis ucapan ulang tahun dalam bentuk testimoni dan doa. Berikut tulisannya sebagaimana dikutip di akun pribadinya.

Mizar Si Taktis, Analitis…
(Testimoni kecil di usia 37)

Tak yang istimewa saat pertama kali mengenal sosok ini. Jika pun mendengarnya sebagai “Gubernur” Pemuda di Sulsel kala itu, yang terlintas, seperti asumsi yang jamak, pasti karena nama ayah yang berbaris rapi di belakang namanya.

Kesan itu tak berubah meski di beberapa kesempatan saya sering berjumpa. Tak jarang di beberapa undangan sebagai narasumber dalam helatan diskusi, saya panel dengannya, tapi di kesemuanya, mantan pegawai kontrak ini hanya mewakilkan dirinya.

Hingga akhirnya di Kabupaten Sinjai menjadi panggung bersama saya dengannya untuk pertama kali. Saat saya melakukan reses dan temu konstituen di beberapa tempat. Sampai di sini pun, sejujurnya kesan itu tak berubah. Datar-datar saja, biasa-biasa saja.

Kesan itu mulai berubah, saat saya mulai “hadir” dalam waktu yang panjang, diberi mandat oleh partai NasDem Sulsel, sebagai teman diskusi yang bisa jadi hanya menambah beban berat kendaraan yang membawa kami melintasi sejumlah titik dan lokasi pertemuan di Sinjai.

“Taktis dan analitis juga rupanya orang ini,” Ucapku dalam hati.

Tak berhenti di situ, gagasan-gagasan yang mengalir itu selalu berbau solutif. Kerap kali sejumlah perspektif dimunculkannya tiba-tiba, di luar yang saya fikirkan. Saya harus memperbaiki posisi duduk saya. Serius, ini beberapa kali terjadi. Saya penasaran dan menunggu, ide apa lagi yang akan mengalir.

Dari sekian waktu bersama “membunuh” waktu, Saya terkesan tatkala ia berucap kepadaku, sebagai respon buruk publik atas program yang dilemparkannya, “Uang negara ini dari rakyat, masa’ tak digunakan seluas-luasnya untuk “menyenangkan” pemilik uang itu juga,” ucapnya tenang.

“Sudahlah senior, kerap alasan regulasi, birokrasi menjadi penghalang sebuah program akhirnya tak bisa terealisasi. Inilah tantangannya. Di sinilah dituntun kreatifitas seorang pemimpin dalam meramu dan merealisasikan program tersebut. Tentu dengan catatan besar bahwa semuanya aman, semuanya tenang, ”

Komentar

News Feed