oleh

Akademisi Unhas: Sentra Pendidikan Tinggi di Luar Makassar Itu Strategi Jitu dan Solutif

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menggagas keberadaan sentra pendidikan tinggi di luar Kota Makassar.

NH-Aziz ingin menyebar pusat pendidikan tinggi di lima kawasan demi menciptakan pendidikan berkualitas bagi generasi muda. Program tersebut juga ditujukan guna melahirkan pemerataan.

BNNK BONE

Akademisi Unhas, DR Lukman Irwan, mengungkapkan program penyebaran sentra pendidikan tinggi ala NH-Aziz merupakan strategi jitu dan solutif dalam membangun Sulsel. Program itu, sambung dia, tidak sekadar berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tapi juga dipercaya memiliki multiplier effect, termasuk di sektor ekonomi.

“Kehadiran sentra pendidikan tinggi di luar Makassar merupakan strategi jitu dan solutif yang mampu mengembangkan daerah sekitar pusat pertumbuhan wilayah penyangga Makassar. Program itu juga bisa memicu pertumbuhan penyangga Makassar yang akan mendorong peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja,” katanya, Rabu (30/5).

“Program itu juga dapat menjadi strategi menyeimbangkan pembangunan antara Kota Makassar dan luar Makassar sehingga aktivitas perguruan tinggi dapat memberikan arah baru bagi kemajuan dan pembangunan daerah-daerah di luar Makassar. Juga perguruan tinggi dapat secara terbuka melakukan transfer teknologi yang lebih komprehensif dalam proses inovasi lokal secara strategis,” sambung Lukman.

Secara ekonomi, Lukman memaparkan pembangunan sentra perguruan tinggi di luar Makassar pun memiliki sekurangnya lima dampak positif. Pada intinya, kawasan penyangga yang menjadi lokasi pencanangan program itu akan melahirkan sumber pendapatan dari masyarakat setempat dari pengeluaran mahasiswa, pegawai dan dosen.

Lima sumber pendapatan itu diantaranya penyediaan hunian dan perumahan, pola pengeluaran dari mahasiswa dan pegawai serta kunjungan terhadap peristiwa lokal berupa jumlah pengunjung, lama tinggal dan pengeluaran selama kunjungan, pembelian langsung universitas dari bisnis lokal dan  nilai transaksi pembelian langsung oleh warga kampus dari dari bisnis eceran, manufaktur, dan jasa.

“Kesemuanya pasti akan berefek pada peningkatan skala ekonomi lokal yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dari warga di daerah setempat,” terang Lukman yang juga pengamat politik pemerintahan.

Secara umum, ia menyampaikan landasan program pembangunan sentra pendidikan tinggi di luar Makassar pun sangat tepat. Dimana Makassar saat ini memiliki fungsi ganda. Bukana hanya sebagai kota administratif tetapi juga berfungsi sebagai kota niaga, industri, pendidikan dan budaya serta pariwisata. Dampaknya, terjadi urbanisasi secara besar-besaran.

Olehnya itu, Lukman memandang perlu adanya pengendalian mobilitas agar terjadi masalah kependudukan di Makassar. Salah satu strategi jitu yakni menggeser kawasan pertumbuhan ke wilayah kabupaten penyangga dengan membangun sentra pendidikan tinggi. Pola penjinakan gejala urbanisasi demikian muaranya guna memperbaiki kinerja pembangunan berbasis kependudukan.

“Meminjam istilah Thurrow (1996), man–made brainpower activities and industry harus menjadi andalan dalam pengarahan mobilitas penduduk, terutama dikaitkan dengan revitalisasi pembangunan berbasis kependudukan dengan strategi pembentukan daerah penyangga,” paparnya.

NH-Aziz sendiri memastikan pembangunan sentra pendidikan baru mutlak direalisasikan sebagai respons terhadap membludaknya angka urbanisasi di Sulsel. Dengan begitu, Makassar sebagai ibukota provinsi tidak lagi menjadi satu-satunya sentra pendidikan di Sulsel. Dampak terpusatnya sentra pendidikan membuat Makassar semakin macet serta dipenuhi polusi dan sampah.

“Demi menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata, kehadiran pusat pendidikan tinggi di luar Makassar menjadi penting. Kehadiran sentra pendidikan tinggi di daerah juga bisa menekan arus urbanisasi yang berkaitan dengan kemacetan, polusi dan sampah di Makassar,” ujar NH.

Sentra baru yang akan diciptakan dalam peningkatan sektor pendidikan di Sulsel selain Makassar, di antaranya, Palopo, Bone, Pare-pare, dan Bulukumba. Melalui program tersebut, NH yang juga mantan dosen meyakini kualitas pendidikan di Sulsel akan semakin berkembang. (**)

Komentar

News Feed