oleh

Berasal Dari Keluarga Miskin, Perjuangan Kader Muda Gerindra Ini Melanjutkan Sekolah Bikin Haru!

BONEPOS.COM, GORONTALO – Kader muda Gerindra dikenal patriotik dan identik dengan doktrin kebangsaan yang kental.

Hal tersebut, turut diakui kader muda Gerindra asal Gorontalo, La Isra. Dilansir dari laman DPD Gerindra Gorontalo, pria kelahiran Muna Sulawesi Tenggara ini, kuliah di Gorontalo sejak 2008. Jadi sarjana dengan membiayai sendiri kuliah dan kehidupannya dirantau.

BNNK BONE

“Saat kuliah, kerja apa saja yang penting halal dan bisa membiayai hidup dan kuliah. Jadi buruh bangunan, jadi tukang tambal ban di bengkel, jadi surveyor di berbagai lembaga survey, menjadi guru pembantu (di SMA 1 Kwandang, red) selama 3 bulan,” kisahnya.

Dirinya menuturkan, jadi kader Gerindra sejak 2012. Hal tersebut, lantaramn keinginannya republik ini punya presiden yang berkomitmen untuk kedaulatan dan kemandirian rakyat seperti amanat pasal 33 UUD RI 1945.

“Orang seperti saya ini, yang lahir dan besar dari keluarga termarjinalkan tahu betul bagaimana rasanya hidup dalam sistem neo-liberalism,” lanjutnya.

Betapa tidak, La Isra kecil, saat duduk di bangku kelas IV SD, sudah harus menumpang tinggal di rumah orang sambil berusaha membantu orang-orang yang menolongnya.

Seragam sekolahnya hanya satu dari kelas IV SD hingga lulus, 1 seragam pula selama SMP dan SMA.

Pernah dia mendengar sendiri sinisnya orang disekitarnya ketika dia mengungkapkan niatnya untuk kuliah 2008 silam. “Cih…Orang miskin stel mo kuliah. Kerja sana…cari duit..memangnya ibu bapakmu bisa kau kasih makan kalau kau tidak punya uang?,” tiru La Isra sembari mengenang masa lalunya.

Banner AFP Promosi Doktor M Awaluddin

Komentar

News Feed