oleh

Willgo Zainar Salurkan Bantuan Korban Gempa NTB

BONEPOS.COM, LOMBOK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Willgo Zainar salurkan bantuan korban gempa.

Politisi Partai Gerindra itu sudah berada di lokasi gempa selama tiga hari untuk menyalurkan bantuan sekaligus melihat kondisi desa-desa terdampak paling parah akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter (SR), Minggu (29/7/2018), pukul 06.47 WITA.

BNNK BONE

“Saya sudah berkeliling ke desa-desa terdampak paling parah. Hampir semua korban gempa yang saya temui sangat berharap kepada pemerintah pusat agar segera mencairkan bantuan dana tunai yang dijanjikan,” kata Willgo Zainar.

Wilayah yang terdampak paling parah adalah Kecamatan Sembalun, dan Sambelia, di Kabupaten Lombok Timur, dan Kecamatan Bayan di Kabupaten Lombok Utara. Ribuan rumah warga rusak berat, sedang dan ringan.

Ia juga menegaskan akan mengawal proses percepatan realisasi pencairan bantuan dana tunai oleh pemerintah pusat kepada korban gempa yang rumahnya rusak. Pengawalan akan dilakukan bersama-sama, terutama dengan anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTB, seperti Fahri Hamzah, Muhammad Syafrudin, dan Lalu Gede Syamsul Mujahidin.

“Kami juga meminta kepada para kepala desa untuk mengkoordinasikan warganya membuka tabungan untuk memperlancar proses pencairan,” ucapnya.

Selain berharap agar bantuan dana tunai segera dicairkan, Willgo juga mengusulkan kepada pemerintah pusat agar merekonstruksi kembali rumah korban gempa menggunakan bahan kayu yang relatif tahan gempa.

Pasalnya, jika melihat sejarahnya seluruh kecamatan yang terdampak gempa bumi paling parah merupakan daerah rawan bencana alam, termasuk gempa bumi.

Ia juga menyimpulkan bahwa rumah-rumah yang rusak disebabkan bahan bangunannya menggunakan batako dengan konstruksi yang tidak sesuai. Berbeda dengan rumah penduduk yang menggunakan kayu dengan dinding kayu atau? bedeg justru aman dari guncangan gempa bumi besar.

“Justru yang rawan menggunakan batako tanpa konstruksi yang sesuai. Ini perlu dipertimbangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar rekonstruksi bangunan fisik dihitung sedemikian rupa,” ucapnya pula.

Data sementara yang diperoleh dari BPBD NTB, jumlah rumah rusak berat sebanyak 2.371 unit, rusak ringan 2.551 unit dan rusak sedang sebanyak 596 rumah.

Seluruh rumah penduduk yang rusak tersebar di Kecamatan Sembalun dan Sambelia di Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan di Kabupaten Lombok Utara, tersebat di Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung, dan Pemenang.

Kerusakan rumah penduduk akibat gempa bumi juga dilaporkan ada di Kecamatan Kuripan, dan Gunung Sari, di Kabupaten Lombok Barat. Ada juga di Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. (*)

Komentar

News Feed