oleh

Soal Perekrutan Anggota Bawaslu, Aktivis Perempuan Sulsel Bersuara

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Aktivis Perempuan Sulsel kembali menegaskan kepada Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperhatikan keterwakilan perempuan dalam seleksi calon Bawaslu Kabupaten/Kota yang sedang berjalan.

Hal ini disampaikan oleh pendiri Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP), Nina A. Basira.

BNNK BONE

“Keterwakilan perempuan sangat penting karena kompetensi perempuan yang saat ini lulus sampai tahapan fit and proper test, tidak diragukan kemampuannya,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Fadiah Machmud, yang menyatakan bahwa aktivis perempuan akan terus mengawal upaya mendorong keterwakilan perempuan, bahkan sampai di tingkat nasional. Juga menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam timsel salah satunya bertujuan untuk mendorong keterwakikan perempuan.

Sementara itu, Koordinator SPAK Sulsel, Ema Husain menyatakan bahwa tim seleksi harus memperhatikan afirmative action. Hal ini ditunjukkan karena pada beberapa kabupaten/kota, masih ada kabupaten yang tidak mengakomodir keterwakilan perempuan.

“Kami berupaya menghubungi  yang bersangkutan untuk mengajak berdiskusi dalam rangka membangun pemahaman bersama sehingga dorongan untuk mewujudkan keterwakilan perempuan makin optimal,” kata Ema, Kamis 9 Agustus 2018.

Ditambahkan oleh Lusia Palulungan, selalu Pembina Dewi Keadilan bahwa salah satu kelemahan dari regulasi tentang perekrutan adalah ketiadaan mekanisme teknis mengenai afirmative action.

“Disinilah dibutuhkan komitmen dan perhatian dari tim seleksi untuk menyepakati seperti apa mekanisme teknisnya. Misalnya salah satunya dengan memisahkan peringkat berdasarkan jenis kelamin. Ini adalah salah satu upaya afirmative bagi perempuan,” ujarnya.

Sehingga jika ada 3 yang akan dipilih maka untuk memenuhi 30% keterwakilan perempuan maka diambil 2 peringkat tertinggi dari daftar calon laki-laki dan 1 peringkat tertinggi dari daftar calon perempuan.

Pemahaman ini penting agar semua pihak dapat mendukung keterwakilan perempuan.

Ahmad Rusli

Komentar

News Feed