oleh

Yamaha Dalam Krisis Kemenangan Terpanjang di MotoGP Aragon

BONEPOS.COM – Jakarta – MotoGP Aragon pada akhir pekan ini menjadi penentuan penting bagi Yamaha, Pabrikan Jepang itu menghadapi sebuah rekor buruk krisis kemenangan terpanjang.

Dikutip dari Crash, jika Yamaha sampai gagal juara di Argon maka mereka akan menciptakan rekor kekalahan terpanjang di kelas premier sejak pertama kali juara di kelas 500cc pada 1972.

BNNK BONE

Saat ini, Yamaha sudah menjalani 22 balapan tanpa sekalipun kemenangan sejak Valentino Rossi naik podium tertinggi di Assen, Belanda, pada tahun lalu. Rekor tersebut menyamai puasa kemenangan Yamaha pada 1997-1998 yang akhirnya disudahi oleh Simon Crafar usai juara di Donington Park.

Namun, Yamaha tidak dapat melanjutkan trennya. Alhasil, Yamaha kembali menjalani puasa kemenangan di 17 balapan berikutnya.

Sementara itu perbedaan krisis saat ini dengan 1997-1998 adalah Honda berhasil menyabet bersih 22 balapan tersebut. Sedangkan saat ini Honda memenangi 12 balapan berbagi dengan Ducati yang merebut 10 kemenangan dalam 22 balapan terakhir.

Sayangnya, sejarah kurang memihak Yamaha di Aragon. Sejak digelar pada 2010, hanya ada tiga pebalap yang pernah memenanginya yaitu Casey Stoner (2010, 2011), Jorge Lorenzo (2014, 2015), dan Marc Marquez (2013, 2016, dan 2017).

Di sisi lain, Yamaha tengah dalam laju buruk. Rossi dan Maverick Vinales absen naik podium dalam tiga seri terakhir sejak finis ketiga dan kedua di Sachsenring, Jerman.

“Tahun lalu di Aragon kami gagal naik podium karena mengalami masalah dengan ban dan balapannya sulit untuk kami,” sahut Vinales.

“Tahun ini aku ingin bisa bertarung untuk memperebutkan podium. Aku optimistis setelah menjalani tes di sini beberapa pekan lalu. Jadi kupikir kami bisa melakukan pekerjaan yang bagus,” kata rider Spanyol itu.

Editor : Nur Atika Pratiwi

Komentar

News Feed