oleh

STKIP Muhammadiyah Bone Bakal Berubah Jadi Universitas?

BONEPOS.COM, BONE – Dua tahun ke depan STKIP Muhammadiyah Bone akan menargetkan perubahan status dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas. Demikian dikatakan Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STKIP Muhammadiyah Bone Dr. Muh. Safar saat ditemui media, Kamis 7 Juni 2018.

“Saat ini mendorong kepada rekan-rekan dosen meningkatkan kinerja dan lebih profesional dalam mengajar,” ucapnya

BNNK BONE

Dengan demikian akan bisa meningkatkan kualitas akademik yang pada akhirnya alumni bisa bersaing di dunia kerja. Selain itu, STKIP Muhammadiyah Bone tahun akademik 2018/2019 akan menerima mahasiswa baru.

Penerimaan maba ditargetkan setiap prodi ada 2 kelas yaitu sebanyak 550 mahasiswa dari 8 program studi yang ada.

Apalagi satu penambahan prodi baru yaitu pendidikan kepelatihan olahraga memungkinkan memiliki peminat yang banyak mengingat dari data guru olahraga di Kabupaten Bone masih kurang, ungkapnya.

STKIP Muhammadiyah Bone saat ini mengelola 8 prodi yakni; Teknologi Pendidikan, Pendidikan B. Indonesia.Pendidikan B.inggris, Pendidikan Matematika.

Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Prodi Olahraga.

Pria kelahiran 22 Februari 1973 ini juga menjelaskan, dari 8 prodi yang ada, 7 sudah terakreditasi B kecuali prodi olahraga yang belum karena baru tahun ini mendapatkan izin dari kemenristekdikti untuk menerima maba.

Alumni S1 IKIP Ujung Pandang tahun 1998 ini juga menuturkan, saat ini penerimaan maba yang paling banyak adalah prodi teknologi pendidikan.

“Tahun 2018 memperkirakan paling banyak peminat adalah prodi baru yang tahun ini sudah ada izin pendiriannnya yaitu pendidikan kepelatihan olahraga,” jelasnya.

Mengingat prodi baru untuk LPTK di Sulsel baru 5 termasuk STKIP Muhammadiyah Bone. “Mahasiswa kami peminatnya tetap dari kab. Bone,” tutur Magister PPs-UNM tahun 2010 itu.

Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STKIP Muhammadiyaj Bone ini juga mengatakan, jumlah mahasiswa yang aktif saat ini sekitar 1500-an orang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saat ini banyak yang berasal dari kabupaten lain seperti Kab. Sinjai. Bahkan ada dari Provinsi di luar Sulsel seperti Sulawesi Tenggara, Kalimantan, dan Jawa,” pungkasnya.

STKIP Muhammadiyah Bone saat ini memiliki tenaga pengajar sebanyak 90 orang, 87 untuk dosen yayasan dan 3 untuk dosen dipekerjakan (DPK) dimana 5 orang sudah S3 dan selebihnya S2.

Adapun jumlah alumni yang telah dihasilkan sebanyak 15105 orang, sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Baik itu bekerja sebagai PNS maupun bekerja di BUMN, tegas dosen DPK di lingkup STKIP Muhammadiyah Bone itu. (Darsil).

Komentar

News Feed