oleh

LAP Ancam Boikot Kedatangan Adnan IYL di Puncak Perayaan Hari Jadi Bone

-Bone, Headline-2.928 views

BONEPOS.COM, BONE – Organisasi Kepemudaan (OKP) Laskar Arung Palakka (LAP) merapatkan barisan terkait rencana kedatangan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, dalam acara puncak peringatan hari jadi Bone (HJB) ke 688, pada Jumat, 6 April mendatang.

“Pasca aksi tadi di Kantor Bupati Bone, seluruh kader dan anggota LAP di 27 Kecamatan kami instruksikan untuk merapatkan barisan terkait rencana kami akan memboikot kedatangan Adnan IYL di puncak perayaan HJB, 6 April nanti,” tegas Andi Akbar kepada Bonepos.com, Senin malam.

BNNK BONE

Andi Akbar mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat kecewa dengan sikap pejabat sementara (Pjs) Bupati Bone, Andi Bakti Haruni Ces, yang diduga menolak dan menghindar untuk menemui mereka saat menggelar aksi damai di kantor Bupati Bone, Senin siang.

Baca Juga: Pjs Bupati Bone Pimpin Upacara Peringatan HUT Damkar ke 99

“Kami sangat kecewa. Malah sempat kami dimediasi oleh Asisten 1 dimana mereka yang akan mewakili Bupati untuk memberikan penjelasan, tapi kami menolak, karena menurut kami yang wajib memberikan klarifikasi adalah Bupati,” ungkapnya.

Sebenarnya lanjut Andi Akbar, tuntutan mereka cukup sederhana, karena hanya meminta klarifikasi dan penjelasan dari Pjs Bupati Bone terkait kehadiran Bupati Gowa, Adnan Purichta yang tidak mengenakan pakaian adat saat ziarah ke makam Raja Bone Arung Palakka di Gowa.

“Apa yang menjadi dasar sehingga Adnan tidak berpakaian adat saat ziarah makam kerajaan. Apakah pakaian yang dipakai Adnan dalam proses ziarah saat itu pantas atau tidak. Kami meduga apa yang dilakukan Adnan ini merupakan bentuk pencederaan atau tidak menghargai proses ziarah makam kerajaan raja Bone ke 15 yang kami sakralkan,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, kehadiran Bupati Gowa Adnan Purichta dalam proses ritual ziarah ke Makam raja Bone di Gowa mengundang sorotan dari sejumlah warga Bone, pasalnya Adnan hanya menggunakan jaket sementara pejabat Bone termasuk Bupati Bakti Haruni mengenakan pakaian adat lengkap.

Tidak hanya itu, bahkan hal tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, dimana para netizen yang notabene orang Bone, menilai kalau busana yang dikenakan Adanan kala itu, sama sekali tidak menghargai proses ritual yang digelar setahun sekali itu. (Iwan Taruna)

Komentar

News Feed