oleh

Hasil Pleno KPU, Tafaddal Unggul Telak 63 Persen Raihan Suara

-Bone-253 views

BONEPOS.COM, BONE – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bone telah menggelar Rapat Pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat Kabupaten pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bone.

Rapat pleno terbuka itu dilaksanakan di Gedung Pemuda, Jalan Kawerang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sejak Kamis pagi 5 Juli 2018 kemarin hingga Jum’at 6 Juli 2018 dini hari tadi sekitar pukul 01.30 Wita.

BNNK BONE

Berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara  pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bone menetapkan pasangan Calon H.A.Fashar M.Padjalangi – H.Ambo Dalle meraih perolehan suara sebanyak 232.995 (63,05%) dari suara sah.

Sementara untuk Kotak kosong meraih perolehan suara sebanyak 136.535 (36,95%) suara sah. Dan untuk jumlah keseluruhan suara sah dalam Pilkada Bupati Bone 2018 ini sebanyak 369.490, dan tidak sah 18.007 suara.

Pembacaan berita acara hasil rekapitulasi tersebut, dibacakan langsung oleh Ketua KPUD Bone Izharul Haq, kemudian ditanda tangani oleh semua komisioner KPUD Bone, yakni Izahrul Haq, Andi Mappaningsong, Nasaruddin Zaelany, Harmita dan Abdul Rahim.

“Setelah Rapat Pleno ini, hasil rekapitulasi ini akan langsung kami bawa ke Provinsi untuk kami bacakan sebagai hasil perolehan suara di Kabupaten Bone,” ujar Izharul Haq saat usai menetapkan hasil rekapitulasi suara.

Meski sempat tertunda karena adanya sanggahan yang mempertanyakan perbedaan  jumlah pemilih disabilitas pada Pilkada Bupati dan Gubernur untuk tiga kecamatan yakni Kecamatan Cina, Kahu dan Lamuru. Namun prosesnya tetap berjalan aman dan kondusif kemudian dibuatkan berita acara perbaikan untuk perbedaan selisih jumlah pemilih tersebut.

Terpisah dengan Nasrudin Zaelany yang juga komisioner KPUD Bone mengatakan bahwa pada Rapat Pleno terbuka tersebut hanya penetapan hasil perhitungan suara.

“Jadi kalau untuk ini hanya penetapan hasil perhitungan suara rekapitulasi tingkat Kabupaten, dan untuk yang perbedaan jumlah pemilih itu sudah masuk di DPT meskipun sudah diinput bahwa ada pengurangan satu sampai dua itu tidak merubah hasil suara karena sudah ada di DPT cuma untuk tadi meminta penjelasan secara mendetail bahwa sebenarnya yang disabilitas ini masuk kategori apa, sudah masuk di DPT atau DPPh dan hal itu sudah teratasi,” kata Nasrudin Zaelany.

Iwan Taruna

Komentar

News Feed