oleh

Hanya Tahu Mengabdi, Kisah Guru Honorer di Bone ini Bikin Elus Dada

-Bone-396 views

BONEPOS.COM, BONE – Jangan bercerita soal kesejahteraan guru kepada Ulmin, seorang guru honorer yang mengajar di Dusun Lurae, Desa Watangcani, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Perempuan ini hanya tahu soal pengabdian. Dia rela dan ikhlas mengajar di daerah pedalaman tanpa digaji.

Ulmin mengisahkan, sambutan hangat serta melihat mata anak-anak didiknya yang berbinar-binar ketika ke sekolah mampu meluluhkan hatinya untuk setia mengajar selama kurang lebih tiga tahun di daerah perbatasan Kabupaten Bone, Maros dan Gowa itu.

BNNK BONE

Meski mengajar di sebuah bangunan masjid masyarakat tanpa fasilitas kursi dan meja layaknya sekolah pada umumnya, Ulmin tetap berjuang untuk selalu datang mengajar. Semua ini dia lakukan demi mengajar 34 anak murid yang selalu menunggunya untuk diberikan ilmu.

Padahal untuk datang mengajar setiap harinya di sekolah khusus itu, Ulmin harus mengeluarkan biaya transportasi yang tidak sedikit. Dia harus membayar jasa tukang ojek motor untuk mengantarnya ke Dusun Lurae sebesar Rp 100 ribu untuk sekali jalan.

Untuk menghemat biaya transportasi, Dia pun terpaksa harus menginap di rumah warga setempat hingga satu minggu. Bahkan ketika dia tidak memiliki uang sama sekali, Dia terpaksa tidak pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan keluarganya.

“Tidak perlu muluk-muluk untuk fasilitas mengajar, cukup fasilitas dana operasional saja yang diadakan, mungkin tidak hanya saya saja yang akan mau mengajar disini, dalam kata lain, saya tidak akan sendiri,” ungkap Ulmin kepada Bonepos.com, Rabu, 25 Juni 2018 kemarin.

Salut dan apresiasi luar biasa patut diberikan kepada perempuan hebat ini. Dia dengan ikhlas mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan ilmu kepada anak-anak di pedalaman yang tak semua orang mau melakukannya.

Kepedulian Ulmi serta sikap rela berkorban-nya itu jadi hal yang mungkin takkan pernah bisa dinilai termasuk oleh tunjangan sebagai guru honorer yang tiga tahun tidak terbayarkan itu.

“Saya selaku pribadi sangat salut dengan Ulmi, ini tidak mudah dijalani. Beliau bekerja betul-betul ikhlas tanpa pamrih. Inilah yang mengetuk hati saya untuk datang ke sini (Dusun Lurae),” ungkap Founder Sinar Begadang saat hadir menghibur murid-murid Ulmi dengan beragam kegiatan edukasi.

Untuk diketahui, Sinar Begadang bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa Arung Palakka Bone menggelar kegiatan edukasi “Tawa Semesta Bermain Sambil Belajar” di sekolah terpencil tersebut, pada Rabu, 25 Juli 2018 kemarin.

Kegiatan edukasi para anak-anak muda Bone ini, mendapat respon yang positif dari para murid yang ada di sekolah tersebut. Pasalnya berbagai lomaba seperti lomba mewarnai, hampir tidak pernah dirasakan atau pun diikuti anak-anak di sekolah tersebut.

Hanya Tahu Mengabdi, Kisah Guru Honorer di Bone ini Bikin Elus Dada
Sinar Begadang bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa Arung Palakka Bone menggelar kegiatan edukasi “Tawa Semesta Bermain Sambil Belajar” di sekolah terpencil di Dusun Lurae, Desa Watangcani, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu, 25 Juli 2018 kemarin. (BONEPOS.COM – HAND OVER).

 

(Ilham Iskandar).

 

Komentar

News Feed