oleh

Sekolah ‘Laskar Pelangi’ Ternyata Ada di Bone

-Bone-521 views

BONEPOS.COM, BONE – Jika menonton Film Laskar Pelangi, sangat jelas tergambar akan kondisi bangunan sekolah dan pendidikan yang serba pas-pasan di Pulau Belitung. Namun siapa sangka, sekolah ‘Laskar Pelangi’ juga ada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bone.

Meski tak memiliki nama, namun sejumlah anak pemuda kota yang kerap berkunjung ke sekolah tersebut untuk memberikan hiburan edukasi, memberikan nama sekolah tersebut ‘Sekolah Laskar Pelangi’ ala Bone.

BNNK BONE

Sekolah itu berada di perbatasan Kabupaten Bone, Maros dan Gowa, tepatnya di Dusun Lurae, Desa Watangcani, Bontocani. Sekolah khusus yang hadir pada tahun 2015 lalu itu menjadi satu-satunya pusat pendidikan yang berdiri di wilayah tesebut.

Sama seperti sekolah ‘Laskar Pelangi’, bangunan sekolah ini hanyalah berdinding kayu sederhana berukuran sekitar 6×5 meter tanpa meja dan kursi untuk ditempati para murid belajar. Bangunan itu sekaligus menjadi Masjid yang digunakan warga untuk beribadah.

Baca Juga : Hanya Tahu Mengabdi, Kisah Guru Honorer di Bone ini Bikin Elus Dada

Para murid di sekolah ini dulunya tidak menggunakan seragam sekolah karena kebanyakan orang tua mereka hanyalah buruh tani berpendapatan minim. Dengan kondisi itu, para murid tidak dipungut biaya sedikit pun selama belajar di sekolah ini.

Mirisnya lagi, jumlah tenaga pendidik di sekolah tersebut hanya satu orang. Itupun statusnya hanya guru honorer. Jangankan fasilitas dari pemerintah, gaji untuk membayar jasa guru yang telah mengabdi selama kurun waktu tiga tahun itu juga tidak ada.

“Kondisinya sangat memperihatinkan. Setiap ada waktu luang saya dan teman-teman datang ke sini sambil memberikan adik-adik edukasi, karena gurunya cuma 1 orang, sementara murid ada 34 orang,” kata Andi Reski Trinanda Sakti, Founder Sinar Begadang Bone, usai mengunjungi sekolah tersebut.

Pria yang akrab disapa Andi Ilo ini berencana akan kembali berkunjung ke sekolah tersebut dengan membawa sejumlah perlengkapan sekolah, seperti buku tulis, balpoin, pensil dan seragam sekolah untuk digunakan para murid di sekolah itu.

Ismail Bachtiar
Founder School of Rafiqul Muslim dan Rektor Institute Ismail Bachtiar (Tengah, berkacamata-red), saat berdiskusi tentang pendidikan bersama Pemred Bonepos.com, Andi Dedhy Sendhy di kantor redaksi Bonepos.com, jalan Bali, Watampone, Kamis 26 Juli 2018. (BONEPOS.COM – IST).

Terpisah, Founder School of Rafiqul Muslim dan Rektor Institute Ismail Bachtiar, yang dimintai tanggapannya terkait kondisi sekolah tersebut, mengaku sangat prihatin. Dimana menurut Dia hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

“Sangat prihatin, belum lagi mendengar kalau gurunya itu ikhlas mengabdi meski tanpa adanya gaji. Guru seperti inilah yang kami cari, guru seperti inilah yang harus mendapat penghargaan,” kata Ismail saat berkunjung ke redaksi Bonepos.com, jalan Bali, Watampone, Kamis 26 Juli 2018.

(Iwan Taruna).

 

Komentar

News Feed