oleh

Gas Elpiji 3 Kg langka, Dinas Perdagangan Tuding Distributor Menimbun

-Bone-275 views

BONEPOS.COM, BONE — Kelangkaan gas elpiji 3 kg di pasaran Kota Watampone membuat Dinas Perdagangan Kabupaten Bone angkat bicara. Dalam pengawasannya ke distributor, dugaan dilakukan penimbunan hingga warga kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji tersebut.

Kepala Bidang Kebutuhan Pokok dan Strategi Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Hj Muliati kadir, mengatakan sejak mendapat laporan kelangkaan gas elpiji 3 kg dipasaran, langsung melakukan kordinasi dengan pihak Stasiun Pengisian bahan bakar Energi (SPBE) yang berpusat di Kecamatan Ulaweng. Hasilnya, tidak ditemukan masalah dan tetap normal beroperasi. Dalam perharinya, SPBE mendistribusikan sebanyak 20 ribu gas elpiji 3 kg, setiap harinya.

BNNK BONE

“di SPBE tidak ada masalah, namun dugaan para distributor agen ini yang melakukan penyimpanan atau penimbunan hingga kesulitan mendapatkan kebutuhan warga,” ujar Hj Muliati, Rabu, 29 Agustus 2018.

Pejabat Disperindag Bone ini juga mengaku kelangkaan tabung gas menyebabkan harga dipasaran dimainkan oleh distributor dari harga nett yang seharusnya Rp18.000 per tabung.

“Sebenarnya tidak ada kenaikan harga tabung, tapi pedagang yang memainkan harga dibawah,” ujarnya.

Dia mengharapkan semoga para distributor bisa menditribusikan gas elpiji 3 kg tersebut karena jangan sampai masyarakat merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.

Sebelumnya, Harga Gas elpiji (LPG) tabung 3 Kg di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan terus melambung. Saat ini harga gas di pasaran di atas Rp 30 ribu per tabung. Tidak hanya itu, stok gas melon ini semakin sulit didapatkan.

Sejumlah warga menduga, kelangkaan gas LPG 3 kg subsidi pemerintah untuk warga miskin itu, dijadikan ladang sejumlah oknum di pangkalan gas dan pengecer untuk meraup keuntungan besar. Di wilayah kota Watampone, saat ini LPG 3 kg tembus Rp 35 sampai Rp 40 ribu pertabung.

“Harga Rp 35 ribu pertabung. Bahkan tadi ada tetangga saya memperoleh gas dengan harga Rp 40 ribu, itupun harus mengantri beberapa hari,” ujar Surianti, warga Macanang.

 

Komentar

News Feed