oleh

Sidak Rumah Makan di Bone, Polisi Sita Ratusan Tabung Elpiji 3 Kg

-Bone-348 views

BONEPOS.COM, BONE – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bone menggelar sidak terkait penyalahgunaan gas elpiji ukuran 3 kilogram ke sejumlah rumah makan di wilayah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis 6 September 2018.

Salah satu rumah makan yang disidak adalah Rumah Makan Mas Bejo, di Jalan Orde Baru, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone. Di rumah makan tersebut, petugas menemukan 73 tabung gas ukuran 3 kilogram.

BNNK BONE

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma Negara dalam keterangannya mengatakan, dari operasi tersebut pihaknya mendatangi 23 tempat usaha diantaranya Cafe, Rumah Makan serta Hotel, dan berhasil mengamankan 124 tabung gas LPG 3 Kg.

“Sesuai peraturan yang berlaku tabung gas 3 Kg ini diperuntukkan untuk rumah tangga dan usaha mikro, paling banyak kami dapat di Rumah Makan Mas Bejo, jumlahnya 73 tabung, menyusul Rumah Makan Maliku sebanyak 17 tabung,” kata Dharma Negara, Kamis siang tadi.

Meski demikian, lanjut Dia, sejauh ini pemilik rumah makan yang kedapatan menggunakan elpiji 3 kg belum diberikan sanksi, lantaran para pengusaha rumah makan tersebut belum mengetahui aturan yang berlaku terkait penggunaan gas elpiji.

“Untuk sanksi pidana kami belum menerapkan karena masih banyak tempat-tempat usaha yang belum mengetahui peraturan tersebut maka kami melakukan penyitaan, nanti tindak lanjutnya kedepan kami akan melakukan atau menemukan lagi akan diberikan tindak tegas sesuai peraturan yang berlaku,”

Sementara itu kata Dharma, bagi masyarakat yang merasa dirugikan bisa melaporkan hal tersebut di pihak Kepolisian dan bisa juga melalui Aplikasi Sistem Informasi Perkara Satuan Reskrim (SIKARE) Polres Bone.

“Agen dan pangkalan yang menjual diatas harga normal dijerat dengan pasal 62 ayat 1 Junto pasal 8 ayat 1 huruf a dan atau pasal 10 huruf a UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen,” tegasnya.

Untuk diketahui dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen pasal 62 ayat 1 pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak 2 Miliyar Rupiah.

Penulis: Iwan Taruna

Komentar

News Feed