oleh

Korban Tewas Akibat Tower Ambruk di Bone Bertambah

-Bone-279 views

BONEPOS.COM, BONE – Jumlah korban meninggal akibat robohnya tower pemancar radio Pemerintah Kabupaten Bone, jalan Ahmad Yani, Watampone, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 11 September 2018 kemarin, bertambah menjadi dua orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bonepos.com, Rabu, 12 September 2018, sebelumnya korban jiwa akibat robohnya tower pemancar tersebut adalah Muh Akbar warga Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang.

BNNK BONE

Mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone itu, meninggal di tempat setelah ikut terjatuh bersama tower yang dipanjatnya.

Sementara itu dua korban lainnya yakni, Safrijal dan Rahmatun Nair mengalami luka serius akibat tertimpa tower tersebut ketika roboh. Keduanya dilarikan ke RSUD Tenriawaru untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga: Mahasiswa Bone Tewas Usai Terjatuh dari Tower, Begini Kronologinya

Humas RSUD Tenriawaru Watampone, Ramli mengatakan, satu dari dua korban tower ambruk di jalan Ahmad Yani Bone itu, bertambah menjadi dua orang. Dimana Safrijal yang sebelumnya kritis akibat luka yang dialaminya meninggal dunia saat hendak dirujuk ke Makassar.

“Ketika pasien mau dirujuk ke Makassar itu harus ada persetujuan dulu sama pihak keluarga, namun tadi malam tiba-tiba kondisi pasien semakin kritis dan tak mampu terselamatkan,” Ujar Ramli, baru saja.

Saat ini, lanjut Dia untuk pasien yang bernama Rahmatun sejauh ini kondisinya masih keritis dan sementara dirawat di ruang intensive care unit (ICU). Namun pihak rumah sakit masih menunggu kesepakatan pihak keluarga pasien untuk dirujuk ke Makassar.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) STKIP Bone ini terjatuh saat hendak menurunkan tower setinggi 30 meter milik Kantor PDE eks kantor Deppem Bone.

Namun pada saat itu bambu yang digunakan untuk menurunkan tower tersebut tiba-tiba patah dan akhirnya runtuh bersamaan dengan ketiga korban.

Adapun alasan diturunkannya tower tersebut, karena menghalangi pembangunan masjid Al-Mujahidin yang terletak di dalam kompleks kantor tersebut.

Penulis: Iwan Taruna

Komentar

News Feed