oleh

Pekerja Sosial Masyarakat Yakin Dukung NH-Aziz Karena Program 1 Imam 1 Motor

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Dukungan kepada Pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar seolah terus tak terbendung. Semakin banyak tokoh menyatakan diri berada dalam barisan pendukung sekaligus pemenangan kandidat nomor urut satu dalam Pilgub Sulsel ini.

Kali ini, Pekerja Sosial Masyarakat Makassar, Hamzi Aziz menegaskan keyakinannya untuk mendukung NH-Aziz. Dukungan tersebut tak terlepas dari program yang diusung kandidat ini.

BNNK BONE

Hamzi yang juga merupakan mubalig ini menjelaskan, pasangan NH-Aziz mengerti kebutuhan masyarakat lewat program-programnya. Sebab bukan hanya memenuhi kebutuhan dunia, kandidat ini juga memperhatikan kebutuhan akhirat masyarakat.

Hal ini tercermin dari kepedulian NH-Aziz dalam pembinaan nilai spiritual masyarakat. Sebagai pemuka agama, imam desa/kelurahan memegang peranan penting dalam mewujudkan masyarakat religius. Karena itu, program NH-Aziz dengan penyediaan satu motor bagi satu imam desa dinilai Hamzi sebagai program tepat sasaran.

“Saat ini kita perhatikan imam kelurahan atau imam desa punya pekejaan mencakup wilayah luas. Di desa itu ada berbagai lingkungan atau dusun yang jauh-jauh, jadi sangat diharapkan kendaraan dinas untuk efisiensi kerjanya,” jelasnya, Rabu (30/5).

Warga Ujung Tanah ini menjelaskan, bentuk kepedulian ini semakin mewujudkan komitmen NH-Aziz untuk membina masyarakat tidak hanya dari segi fisik saja. Tak boleh dilupakan, kata Hamzi, ialah pentingnya merawat norma agama dan kearifan lokal.

“Sekarang dari Pak SYL dan pemkot memang ada, tapi belum mencukupi. Tanggung jawab pemuka masyarakat itu berat. Jadi kalau fasilitas maksimal diberikan, maka kerjanya juga ikut maksimal,” terangnya.

Selain program di bidang spiritual tersebut, Hamzi juga mengungkapkan, masyarakat begitu antusias dengan program pro rakyat NH-Aziz. Kata dia, pelayanan kesehatan berbasis KTP yang dicanangkan mampu menuntaskan permasalahan masyarakat saat ini yang kerap terkendala ribetnya mekanisme BPJS dan KIS. (*)

Komentar

News Feed