oleh

Danny Pomanto Buat Program Khusus Atasi Kekerasan Pada Anak

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyebut kasus dugaan penyekapan tiga anak oleh orang tua angkat merupakan salah satu bentuk persoalan di kota Metropolitan. Dia mengklaim Pemerintah Kota telah menyiapkan konsep pencegahan agar hal tersebut tak serupa.

“Persoalan ini tidak bisa dihindari satu persatu. Seperti fenomena puncak gunung es, masih banyak yang belum kita ketahui,” kata Ramdhan saat menjenguk tiga bocah korban penyekapan yang diititp di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Jalan Anggrek Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 18 September 2018.

BNNK BONE

Sebelumnya tiga bocah kabur dari sebuah ruko di jalan Mirah Seruni Makassar pada Minggu, 16 September lalu. Mereka masing-masing OW, 11 tahun, DV, 2 tahun, serta perempuan berusia 5 tahun, US.

Mereka melarikan diri dengan mencongkel kunci gembok pintu menggunakan sebatang besi. Para bocah mengaku tak tahan karena sering dianiaya dan kelaparan.

Danny, sapaan akrab Ramhan Pomanto mengatakan, Pemkot Makassar sejatinya punya kampanye sensor sosial bernama Jagai Anakta. Program ini untuk memberi perlindungan dan pengawasan terhadap generasi muda.

Dalam praktiknya, Jagai Anakta merupakan sebuah rangkaian komperehensif mengenai pengawasan anak mulai dari keluarga, RT/RW, sekolah, dan lingkungan terdekat. Selain itu juga berisi langkah penanganan anak-anak terlantar maupun bermasalah. Salah satunya berupa rehabilitasi dan pendampingan di rumah aman P2TP2A.

Danny menyebut program serupa telah lama berjalan di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat. Hanya saja pelaksanaannya di Makassar belum maksimal karena anggaran belum memadai.

“Kita akan perbaiki sistem, perbaiki anggarannya. InsyaAllah di (APBD) Pokok 2019, dengan kondisi temuan seperti di akhir-akhir ini. Memang sisa anggaran, karena semua personelnya sudah siap,” jelas Danny.

Danny bersyukur kasus dugaan penyekapan cepat terungkap dan ditangani dengan baik oleh jajaran Pemkot maupun Kepolisian. Menurut Danny, yang paling penting saat ini adalah mengembalikan mental para korban, karena diduga telah melewati pengalaman traumatis berupa kekerasan.

Penulis: Ahmad Rusli

Komentar

News Feed