oleh

Kasus Dugaan Pungli Sertifikat Prona Mangkrak di Polres Sinjai

-Sinjai-1.303 views

BONEPOS.COM, SINJAI – Penyelesaian sebuah perkara tindak pidana, khususnya korupsi merupakan sebuah prestasi bagi Polisi. Namun, tak semua kasus bisa cepat terungkap seperti halnya kasus dugaan dugaan pungutan liar pembuatan sertifikat dalam Proyek operasi nasional agraria (Prona) di Kabupaten Sinjai.

Kasus dugaan pungli Prona yang dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pemantau Pendidikan dan Pembangunan (LSM-GPPP), itu hingga kini belum ada penyelesaiannya alias mangkrak hingga bulan kedua tahun 2018 ini. Padahal kasus tersebut dilaporkan pada oktober 2017 lalu.

BNNK BONE

“Kami sudah laporkan ke pihak Polres Sinjai sejak 2 Oktober Tahun 2017 lalu. Namun, hingga saat ini laporan saya itu terkesan tidak ada penyelesaian,” kata Ketua Pelaksana Harian, LSM-GPPP Sinjai, Andi Pangeran kepada Bonepos.com, Minggu, 11 Februari 2018.

Dijelaskannya, bahwa dalam kasus tersebut, dirinya melaporkan MY, oknum Kepala Desa Alenangka. Dimana dalam laporannya itu turut disertakan bukti-bukti keterlibatan MY dalam kasus pungutan liar pembuatan sertifikat Prona.

“Bukti-bukti kami kuat, keluarga dan isteri saya yang jadi korban pungutan biaya sertifikat Prona ini. Jadi, saya harap keseriusan penyidik untuk menuntaskan kasus ini, jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Terpisah, Kanit Tipidkor Polres Sinjai, Ipda Bondan Wicaksono yang dihubungi Bonepos.com, mengatakan bahwa pihaknya telah mengundang beberapa saksi atau korban untuk dimintai klarifikasi terkait laporan yang masuk dari LSM-GPPP .

“Tentu kami tindak lanjuti. Kami sudah mengundang saksi dan korban. Ini masih dalam tahap klarifikasi. Hanya saja hingga hari ini saksi dan korban belum datang. Jadi, kami sementara menunggu kehadiran saksi dan korban,” ungkap Ipda Bondan.

Penulis : Suparman Warium

Komentar

News Feed