oleh

Data Coklit Pilkada Sinjai Dipertanyakan Paslon, Begini Respon KPU

BONEPOS.COM, SINJAI — Hal janggal ditemukan tim pemenangan SEHATI terkait hasil rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) di tingkat desa.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Sinjai Timur dan Kecamatan Sinjai Tengah. Ditemukan daftar pemilih tambahan atau baru berjumlah 2.275 orang (Sinjai Timur) dan 2.585 orang (Sinjai Tengah).

BNNK BONE

Pemilih tidak memenuhi syarat 4.027 orang (Sinjai Timur) dan 3.657 orang (Sinjai Tengah). Sementara calon pemilih Non E-KTP berjumlah 1.917 orang (Sinjai Timur) dan 1.444 orang (Sinjai Tengah).

Juru bicara SEHATI, Ahmad Marzuki menjelaskan, jumlah yang berpotensi tidak menggunakan hak pilihnya untuk dua kecamatan tersebut berjumlah 11.045 orang.

Lanjut, dijelaskan Ahmad Marzuki berdasarkan data yang diolahnya sampai saat ini, data tersebut sangat berpotensi dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dan patut diduga dapat saja menjadi tambahan pemilih pendukung “amunisi” dengan cara menambah data pemilih saat ini.

“Patut diduga, ini bisa saja terjadi, dengan hanya menerbitkan E-KTP, 11.045 orang itu dan akan menjadi pemilih paslon tertentu nantinya ataukah menggagalkan para pemilih yang tidak memenuhi syarat dan non E-KTP dengan tidak menerbitkan E-KTP dengan berbagai dalih, jika 11.045 orang disinyalir akan memilih paslon yang tidak dikehendaki,” kata Ahmad Marzuki.

Oleh karena itu, Ahmad Marzuki meminta kepastian akan sumber data coklit itu kepada pihak penyelenggara, karena Disdukcapil Sinjai memiliki data penduduk yang sangat jauh berbeda dengan data DPHP yg ada saat ini.

“Tim Sehati menghimbau kepada semua pihak  yang terlibat dalam daftar pemilih hasil pemutakhiran ini agar bekerja secara maksimal dan transparan agar data yang digunakan benar-benar memiliki akurasi validitas yang dapat dipercaya karena data ini sangat berpotensi disalahgunakan. Dan meminta panwaslu dan jajarannya untuk lebih gencar melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap data pemilih ini,” tegasnya.

Ketua KPU Sinjai Muhammad Arsal Arifin yang dikonfirmasi Bonepos.com mengatakan, sumber data yang dipakai sebagai dasar coklit sudah sesuai PKPU nomor 2 Tahun 2017, yaitu DPT terakhir Pemilu/Pemilihan ditambah pemilih pemula DP4 yang sudah disinkronisasi oleh KPU RI setelah diterima dari Mendagri pada semester 2 tahun 2017. Dan hasil dari itu diserahkan KPU RI ke KPU Sinjai untuk dicoklit 191.196.

“Adapun pemilih baru yaitu pemilih yang ditemukan secara faktual oleh PPDP, saat coklit memiliki identitas kependudukan dan belum terdaftar pada daftar pemilih yang mau dicoklit dari jumlah 191.196 maka didaftar sebagai pemilih baru dengan format A. A. KWK,” kata Arsal.

Lanjut Arsal, bahwa pemilih tidak memenuhi syarat itu yang sudah meninggal, pindah domosili, belum cukup umur, TNI /Polri, tidak ditemukan saat coklit, ini tentu memang tidak bisa lagi memilih karena sudah tidak bersyarat.

Penulis: Suparman Warium

Komentar

News Feed