oleh

Tim Penilai Provinsi Sulsel Sambangi Desa Lamatti Riaja Sinjai

Banner Ucapan Selamat

BONEPOS.COM, SINJAI – Tim Penilai Lomba dari Provinsi Sulsel, H. Mustari Soba, yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov Sulsel mengunjungi Desa Lamatti Riaja, Jumat 13 Juli 2018. Desa Lamatti Riaja mewakili Kabupaten Sinjai pada lomba desa/kelurahan tingkat provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Desa Lamatti Riaja, A. Mappaware, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dalam memberikan pelayanan publik terhadap 3.302 jiwa penduduk di wilayah yang seluas 909,6 Hektar ini, dalam 2 tahun terakhir menggunakan Dana ADD/Dana Desa/BHP sebesar Rp. 1.577.920.913 dan tahun 2017 sebesar Rp. 1.900.439.303-.

BNNK BONE

“Pembangunan dilaksanakan dengan semangat gotong royong untukmenjadikan desa lamatti riaja maju dan berkembang menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera, ini bisa dibuktikan dari partisipasi masyarakat melalui swadaya untuk 2 tahun terakhir sebesar Rp. 9.228.465.000-. Lomba Desa ini bukan tujuan akhir, semua yang dilakukan adalah untuk kepentingan masyarakat dan daerah,” ungkapnya.

“Namun demikian kami berharap tim penilai dapat memberi pembinaan sehingga mampu bersaing dengan desa-desa lainnya bahkan menjadi desa terbaik ditingkat provinsi Sulawesi selatan,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sinjai H.A.Fajar Yanwar, menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dan kehadiran Tim Penilai Lomba Deskel.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan kehadiran Tim penilai Lomba Desa dan kelurahan ditempat ini, dan kami yakin bahwa Tim Penilai melaksanakan tugasnya secara profesional, buktinya tahun kemarin Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong mampu meraih Juara Nasional. Untuk itu kami berharap bahwa Desa Lamatti Riaja Kecamatan Bulupoddo juga dapat meraih prestasi yang sama yaitu mewakili Sulsel dan menjadi Juara Nasional,” ujarnya.

“Keberhasilan ini atas kinerja dari semua pihak dan merupakan Rahmat Allah Subhana Wa taala. Pembangunan desa merupakan program presiden dalam nawa cita yaitu Pembangunan Indonesia dimulai dari desa artinya keberhasilan pembangunan nasional yaitu masyarakat yang sejahtera dapat dicapai dengan meningkatkan pembangunan ditingkat desa. Oleh karena itu dikeluarkan UU No.6 tahun 2014 tentang Desa, sehingga digelontorkan lah dana desa baik ADD, Dana Desa maupun BHP untuk menguatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, dan peningkatan pelayanan masyarakat,” kata Andi Fajar Yanwar.

Ketua Tim Penilai H. Mustari Soba, menyampaikan terima kasih atas penyambutan tim dan persiapan yang telah dilakukan, lomba yang setiap tahun ini dilaksanakan berdasarkan amanah dari Peraturan Mendagri No.81 tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, melalui rangkaian kegiatan evaluasi dan penilaian tingkat perkembangan Deskel secara berjenjang mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, propinsi dan nasional.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi hasil pembangunan, pelayanan pemerintahan dan pembinaan. Kemasyarakatan sekaligus mendorong dan memberi motivasi kepada pemerintah desa dan kelurahan, masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih mengoptimalkan seluruh potensi yang ada diwilayahnya dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Perkembangan desa saat ini cukup signifikan atas kebijakan Pemerintah Pusat melalui pengalokasian sejumlah anggaran sesuai amanah UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa.

Hingga berita ini diturunkan, Desa di Sulsel telah mampu menggeliatkan aktifitas pembangunan sehingga komitmen pemerintah harus betul-betul dijaga oleh pemerintah dan desa dengan terus menggalakkan kegiatan tersebut. (*)

Banner Ucapan

Komentar

News Feed