oleh

Dinkes Sinjai Monev Pengendalian Penyakit PTM dan Kesehatan Jiwa

BONEPOS.COM, SINJAI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai melalui Seksi Pengendalian Penyakit tidak menular dan kesehatan Jiwa Melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Gangguan Indera Fungsi dan Kesehatan Jiwa, Kamis (11/10/2018).

Kegiatan tersebut, berlangsung di Pertemuan Dinas Kesehatan Sinjai dan diikuti sejumlah tenaga medis Kabupaten Sinjai.

BNNK BONE

Penyakit tidak menular (PTM) di negara berkembang telah mengalami peningkatan, kejadian ini dengan cepat sehingga berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian.

Menurut Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Sinjai, Akhriani bahwa tujuan khusus dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman petugas kesehatan tentang GIF dan Keswa.

“Pemahaman petugas kesehatan tentang GIF dan Keswa dan untuk terselenggaranya pelayanan GIF dan Keswa di FKTP.  Serta terpantaunya  pelayanan GIF dan Keswa di Puskesmas, untuk mengetahui benar dan tepatnya pelaporan bulanan oleh petugas GIF dan Keswa,” kata Akhriani.

Lanjut Akhriani, hasil survei dengan menggunakan metode Rapid Assessment Of Avoiidable Bliness (RAAB) yang dilakukan di 3 Provinsi (NTB, Jabar dan Sulsel) tahun 2013 -2014  didapatakan prevalensi kabutaan pada masyrakat usia >50 tahun rata-rata di 3 Provinsi adalah 3,2 % dengan penyebab utama adalah katarak (71%).

Hal tersebut, kata Akhriani, data penderita baru katarak Kabupaten Sinjai Tahun 2017 Sebanyak 116 kasus dan yang di rujuk sebanyak 48 penderita. Sedangkan pada tahun 2018 data penderita katarak sebanyak 189 penderita dan yang di rujuk sebanyak 87 penderita.

“Berdasarkan kondisi tersebut maka diperlukan strategi pengendalian PTM khususnya Indera Fungsi dan Kesehatan Jiwa yang melibatkan masyrakat. Target volume yang akan dicapai dalam kegiatan monev PTM ini sabanyak satu kali pelkasanaan,” tambahnya.(*)

Komentar

News Feed