oleh

Ketua IJS Kecam Pernyataan Oknum Honorer Dishub Bone yang Hina Profesi Wartawan

Ketua IJS Kecam Pernyataan Oknum Honorer Dishub Bone yang Hina Profesi Wartawan


BONEPOS.COM, SOPPENG – Penghinaan terhadap profesi wartawan yang dilakukan oleh oknum tenaga honorer di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, dikecam keras oleh Ketua Ikatan Jurnlasis Soppeng (IJS), Ilham.

Menurut Ilham, pernyataan oknum yang diketahui bernama Irmayanti Umrah di media sosial (medsos) Facebook itu, sangat menghina serta merendahkan profesi seorang jurnalis.

BNNK BONE

“Penghinaannya bukan untuk seorang wartawan saja, tapi komentar dia itu menghina semua media dan wartawan,” ujar Ilham kepada Bonepos.com, di Soppeng, Kamis malam, 26 Oktober 2017.

Untuk itu, dia meminta pihak Kepolsian Resor (Polres) Bone yang saat ini tengah menangani kasus dugaan penginaan dan pencemaran nama baik wartawan itu agar memberikan efek jera kepada terduga pelaku.

“Oknum honorer yang menghina propesi wartawan itu harus di hukum sesuai hukum yang berlaku, dan meminta pihak kepolisan menuntaskan kasus ini, agar kedepannya tidak terjadi hal serupa,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam status Facebook, Irmayanti memuat kata-kata yang diduga menghina profesi jurnalis sebagai pencari berita.

“Mobil dikendari sangat jauh beda dari yang dikoran, mau tong  permasalahkan masalah perda rambu-rambu baru tidak tau aturan,sudah jelas melanggar masih saja melawan,kenapa memeng kau parkir mobilmu di bawa rambu larangan,bangganyamo perkenalkan dirinya sebagai anggota pers.” tulis Irmanyanti.

Dari postingannya itu juga muncul banyak kata-kata penghinaan terhadap profesi wartawan diantaranya menganggap pers adalah orang gila serta kerap memuat berita-berita Hoax.

Baca Juga: Hina Profesi Jurnalis, Oknum Honorer Dishub Bone Dipolisikan

Sementara itu berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim Medsos Bonepos.com, saat ini facebook Irmanyanti sudah mengalami perubahan, dimana seluruh foto dan postingan yang sebelumnya ada kini sudah terhapus.

Kuat dugaan, postingan dan foto-foto tersebut sengaja dihapus oleh yang bersangkutan untuk menghilangkan barang bukti, pasca celotehnya di Facebook itu resmi dilaporkan oleh sejumlah wartawan di Polisi.

Penulis   : Nur Alam Abra
Editor     : Jumardi Ramling

Komentar

News Feed