Tabrak Truk dari Belakang, Pelajar SMP di Bone Meninggal

Editor
tabrak truk
Ilustrasi kecelakaan motor (Int).

BONEPOS.COM, BONE – Seorang pendara motor, meninggal setelah motor yang dikendarainya menabrak truk yang sedang melintas di perempatan jalan, di Dusun Mamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis 16 Februari 2018.

Informasi yang diperoleh bonepos.com menyebutkan, Asriadi, 13 tahun, warga Desa Polewali, Kecamatan Sibulue, Bone itu sedang melaju kencang, mengendarai Suzuki Shogun dengan nomor Polisi DW 4160 AJ dari arah utara ke selatan. Dia berboncengan bersama temannya yakni Afdal, 13 tahun.

Koronologi tabrakan ini berawal saat mobil truk Toyota Dyna dengan nomor Polisi DD 8541 KC tengah melaju beriringan dengan pengendara sepeda motor tersebut dari arah utara ke selatan.

Baca Juga: Kecelakaan, Motor Berplat Merah Jatuh ke Got

Namun saat berada di perempatan jalan, mobil truk tersebut berbelok ke kanan. Seketika itu pengendara motor di belakangnya yang melaju dengan kecepatan tinggi, kehilangan kendali dan langsung menabrak bagian tengah truk tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, Asriadi yang masih berstatus pelajar SMP, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone, lantaran kritis akibat pendarahaan pada bagian telinganya. Sementara korban Afdal yang mengalami luka terbuka pada dahinya mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat namun akhirnya meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Bone, AKP, Muhammad Yusuf yang dikonfirmasi Bonepos.com, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Dimana kata Dia, pengemudi truk berikut kendaraan yang terlibat dalam tabrakan itu sudah diamankan di Mapolres Bone.

“Pengemudi truk, Baharuddin 27 tahun, warga Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, saat ini sudah diamankan di Mapolres Bone untuk dimintai keterangan, berikut truk dan sepeda motor yang terlibat tabrakan,” jelasnya.

Disinggung mengenai status korban yang tergolong pengendara dibawah umur yang tentunya belum memiliki kelengkapan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Kasat Lantas, menghimbau kepada para orang tua agar turut berperan aktif untuk mendidik anak-anaknya, agar mengendarai sepeda motor sebelum waktunya.

“Kembali dalam hal ini peran orang tua itu sangat penting dan jauh lebih efektif. Karena selama ini mereka (pelajar) diberi fasilitas (kendaraan) untuk melanggar oleh orang tuanya. Kami berharap orang tua mengambil hikmah dari kejadian ini,” tuturnya.

Disisi lain lanjut Dia, pihaknya juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya terlebih jajaran Satlantas Polres Bone untuk gencar melakukan sosialisasi dan imbauan pada masyarakat dan pelajar agar tidak membawa kendaraan ke sekolah.

Penulis : Sudirman