oleh

Terciduk Ingin Politisiasi Bantuan, Oknum Kades dan ASN Dilaporkan ke Panwas Wajo

BONEPOS.COM, WAJO – Dugaan politik praktis oleh oknum aparat pemerintahan kembali terjadi di Pilkada Wajo 2018. Teranyar, seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa dilaporkan ke Panwaslu Wajo, Kamis 22 Februari 2018.

Kedua terlapor merupakan oknum ASN yang bekerja di Kantor Kecamatan Pitumpanua dan oknum Kades Kompong, Kecamatan Pitumpanua.

“Berdasarkan data dari saksi yang melapor ke tim hukum, ada dugaan oknum ASN dan kades tersebut melakukan pertemuan untuk agenda pemberian bantuan pada masyarakat. Tapi dalam kegiatan, dia menyebut dan mengaitkan dengan nama salah satu paslon,” ungkap Tim Hukum Pasangan Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE).

Yuliarti mendesak kepada Panwaslu Wajo agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secepatnya. Menurutnya, desakan ini agar ada efek bagi ASN dan kades lain untuk tidak lagi terlibat dalam politik praktis.

Ketua Panwaslu Wajo, Andi Bau Mallarangeng mengatakan, pihaknya akan melakukan klarifikasi terlebih dulu pada pelapor dan saksi.

“Insya Allah, kita undang untuk klarifikasi pelapor dan saksi dan selanjutnya kita juga akan panggil terlapor,” singkatnya. 

Diberitakan, dugaan politik praktis oknum ASN dan kades di Pilkada Wajo sudah beberapa kali dilaporkan ke panwaslu. Sebelumnya dilaporkan, ada oknum kades yang diduga mempolitisasi beras miskin (raskin).

Sekadar diketahui, massifnya dugaan pelanggaran dan politisasi bantuan, serta intimidasi ke pemilih terjadi setelah duet PAMMASE terus mendapat dukungan rakyat.

Komentar

News Feed