oleh

Terus Berbenah, Prodi Penjaskesrek STKIP YPUP Makassar Tarik Minat Mahasiswa Baru

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) STKIP YPUP  langsung menerima mahasiswa angkatan pertama kurang lebih sebanyak 200 orang sejak dibuka 2015 lalu.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Prodi Penjaskesrek Dr.Andi Hasriadi Hasyim M,Pd. Saat.

BNNK BONE

Dijelaskan, dari 200 mahasiswa angkatan pertama itu dibagi menjadi empat kelas, satu kelas pagi dan tiga kelas sore kemudian diangkatan kedua juga dibagi menjadi empat kelas begitupun selanjutnya, kata alumni S1 UNM tersebut.

Jumlah dosen penunjang yang dimiliki  diawal pendirian sebanyak 8 orang kemudian ditambah lagi jumlah dosen karena  jumlah rasio mahasiswa yang sudah tidak seimbang lagi dengan dosen, ucap Hasriadi.

Penambahan tersebut, akibat terus meningkatnya jumlah mahasiswa tiap tahun makanya ditahun 2018  dilakukan penambahan sebanyak 7 dosen baru lagi menjadi 15 dosen saat ini,1 dosen bergelar doktor dan 14 lainnya bergelar magister.

Karena total jumlah keseluruhan mahasiswa prodi penjaskesrek saat ini ada kurang lebih 500 mahasiswa,  maka dilakukan penambahan dosen untuk  memenuhi rasio mengimbangi jumlah mahasiswa, ungkapnya.

Pria kelahiran Bone 25 Januari 1986 ini juga mengatakan,  target mahasiswa baru akan  tetap membuka empat kelas karena, mempertimbangkan rasio antara dosen dan mahasiswa jadi sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tuturnya.

Mayoritas peminat dari Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa dari Majene Sulawesi Barat (Sulbar) dan beberapa daerah yang berada di Sulawesi selatan seperti daerah Jeneponto,Bantaeng,Bulukumba dan Bone, pungkas pria berjenggot itu.

Alumni magister UNM 2018 ini juga menuturkan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa tiap tahun terus berbenah untuk melengkapi sarana dan prasarana karena kebanyakan praktek 70% di lapangan dan 30% di kelas, apalagi peralatan hoki, softball serta cabang-cabang lainnya semua sudah standar, ujarnya

Kemudian ada juga yang termasuk olahraga baru yaitu olahraga petanque, olahraga dilakukan dengan cara melempar menggunakan bola besi itu kami masukkan kedalam kurikulum, jadi ada mata kuliah yang diprogramkan sendiri oleh mahasiswa.

Dari situlah kita memperkenalkan olahrahga yang berasal dari Prancis tersebut kepada mahasiswa dan setiap sore mereka ada jadwal latihan apalagi mereka juga sering aktif ikut kejuaran diadakan oleh perguruan tinggi lainnya, kata Hasriadi

Hasriadi juga mengungkapkan akan tetap menjadikan prodi penjaskesrek ini unggulan, khususnya di lingkup Kopertis Wilayah IX Sulawesi, kemudian juga tetap harus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana yang dimiliki, harapnya.

Doktor PPs-Universitas Negeri Jakarta ini juga mengatakan ini baru tahun ketiga,  Insyaallah  2019-2020, menghasilkan alumni pertama  dangan skill atau keterampilan yang mereka dapatkan di kampus.

“Jadi outputny  bukan hanya dari segi pendidikan yang basic jadi guru atau pendidik tetapi mereka juga bias menjadi praktisi olahraga dan di kesehatan mereka menjadi trainer di tempat fitness dan itu kita bekali selama mereka kuliah,” cetusnya.(rls)

Komentar

News Feed