oleh

Utang Narkoba Dibayar Nyawa, Satu Keluarga Tewas Setelah Rumahnya Dibakar

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Kebakaran di Jalan Barukang Makassar, Sulawesi Selatan, yang menghanguskan 5 rumah dan menewaskan 6 orang warga, Senin 6 Agustus 2018 lalu akhirnya terungkap. Ternyata rumah tersebut sengaja dibakar lantaran pemilik diduga memiliki utang narkoba.

Enam orang korban dalam peristiwa kebakaran tersebut merupakan satu keluarga. Mereka adalah Haji Sanusi 70 tahun, Hajjah Bondeng 65 tahun, Musdalifa 30 tahun, Namira Ramadina 21 tahun, Fahri 25 tahun dan Hijas 2,5 tahun.

BNNK BONE

Peristiwa pembakaran rumah ini terungkap setelah Pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menemukan kejanggalan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Dimana dari tim Labfor menemukan api yang terbuka.

Berdasarkan hal tersebut, Polisi pun langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, sebanyak 5 (lima) orang terduga pelaku atas pembakaran rumah tersebut berhasil ditangkap. Hanya saja dua orang lainnya yang bertindak selaku eksekutor masih dalam pengejaran alias DPO.

Pelaku Pembakaran Rumah di Makassar
Lima orang terduga pelaku pembakaran rumah di Jalan Barukang Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 6 Agustus 2018 lalu saat diamankan di Mapolrestabes Makassar. Minggu, 12 Agustus 2018. (BONEPOS.COM – HAND OVER).

“Dari hasil penyelidikan kebakaran yang terjadi, akibat pembakaran”, ungkap Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar saat menggelar konfrensi pers di Mako Polrestabes Makassar, Minggu 12 Agustus 2018.

Irwan menyebutkan, dalam kasus ini, diketahui pelaku eksekutor pembakaran adalah lelaki IH 23 tahun warga Borong Kecamatan Manggala, Makassar bersama dengan lelaki RM alias Appang yang saat ini masih dalam pengejaran alias DPO.

Baca Juga: Kebakaran di Jalan Barukang Makassar, Enam Orang Tewas

Lebih jauh Irwan menjelaskan, bahwa otak dari aksi pembakaran tersebut diduga adalah AB Dg Ampu 32 tahun, warga Malengkeri Makassar, dimana saat ini masih menjalani status sebagai narapidana kasus pembunuhan di Lapas Makassar.

Dijelaskan Irwan, kronologi pembakaran bermula dari transaksi narkoba korban Fahri dengan tersangka AB Dg Ampu sebanyak 9 paket Sabu yang nilainya sebesar Rp 10 juta. Lantaran tak melakukan pembayaran, AB pun memerintahkan IH untuk menagih uang tersebut ke Fahri.

“Selain itu ada tiga tersangka lain yang disuruh oleh AB Dg Ampu melakukan penagihan yakni lelaki WD (23), HD (25) dan RW (23). Dua hari sebelum kejadian kebakaran, ketiga tersangka ini melakukan pemukulan terhadap korban Fahri,” ungkap Irwan

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat pasal berlapis, yakni 170 ayat (1), ayat (2) atau pasal 351 ayat (2) Jo pasal 333 ayat (1) dan ayat (2) KUH – Pidana. Adapun ancaman hukumannya yakni penjara 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati

Untuk diketahui, di ruang sel tahanan AB Daeng Ampu, petugas Lapas menemukan barang bukti timbangan dan Handphone. Kuat dugaan barang bukti inilah yang digunakan AB untuk menjalankan sekaligus mengendalikan bisnis haramnya itu dari balik jeruji penjara.

Ahmad Rusli

 

Komentar

News Feed